skip to main | skip to sidebar

Pages

  • Beranda

Welcome to Nurmansyah's Kitchen

Blog tentang resep-resep masakan serta khasiat yang ada didalam masakan yang Anda masak...

Tingkat Nurtrisi didalam Cupcake

05.01 | Publish by Unknown

Siapa yang tidak tahu cupcake?  Penjualannya yang melonjak tajam di pasaran Indonesia sejak lima tahun terakhir, menghatarkan kue kecil dengan rasa manis ini jadi camilan ataupun hantaran favorit. Dibalik dekorasi yang indah, bagaimana  dengan kandungan gizi di dalam cupcake. Lebih banyak kalori atau nutrisinya? mari simak informasi ini.
Berdasarkan aturan diet yang dianjurkan, standar kalori harian yang dibutuhkan pada tubuh pria sekitar 2000-2400 kal, sedangkan wanita 1500-1800 kal. Sementara, kadar kalori dalam satu cupcake biasanya mencapai 500-800 kalori sudah termasuk dengan dekorasi berbahan icing sugar. Meski angka tersebut masih jauh dari batas standar kalori harian, karena cupcake merupakan makanan aditif atau makanan tambahan, angka tersebut sudah melebihi batas sewajarnya. Anjuran total nutrisi per cupcake sebaiknya sekitar 200-300 kal yang baik untuk dikonsumsi.
Seiring dengan kesadaran gaya hidup sehat, wawasan yang terbuka, dan kewaspadaan terhadap rentannya teridap penyakit, masyarakat kini mulai selektif dalam memilih makanan. Salah satunya pada cupcake. Tidak dipungkiri dengan kadar gula dan tepung yang tinggi, ini menjadi pertimbangan dikala mulai menikmati pola hidup sehat. Oleh karena itu, pakar nutrisi, Emilia E. Achmadi MS, RD, menjelaskan bahwa sebenarnya cupcake bisa menjadi camilan sehat jikalau bahan dasarnya berpotensi meningkatkan nutrisi bukan kalori.
Pada dasarnya kecukupan gizi yang dibutuhkan manusia itu ada dua, makro dan mikro. Makro mencakup kandungan karbohidrat, protein, lemak, serat, dan air. Mikro mencakup vitamin A, B, C, D, E, K dan mineral berupa magnesium, zat besi, kalsium, mangan, selenium, dan lainnya. Keduanya ini salah satunya bisa didapati dari asupan yang masuk ke dalam tubuh. Berkaitan dengan cupcake, tentu harus terkandung kecukupan gizi makro maupun mikro yang seimbang, agar kandungan nutrisi dalam tubuh tercukupi.
Lalu, bahan apa yang baik untuk meningkatkan nutrisi dengan kadar kalori yang pas dalam cupcake?
Emilia menganjurkan dalam cupcake yang berbahan tepung terigu (tepung putih) dapat digantikan dengan tepung gandum. Faktanya, kandungan dalam tepung putih hanya sebatas karbohidrat, sedikit protein dan sedikit lemak. Tetapi dalam tepung gandum kandungan B Complex-nya lebih tinggi, kandungan serat lebih banyak, selain karbohidrat dan protein yang sama besarnya. Tak dipungkiri, semakin tepung itu diolah akan menjadi halus dan putih, namun tepung akan semakin kehilangan kandungan nutrisi. Di lain pihak, pemanfaatan umbi lokal yang “non-gluten” juga dapat menjadi alternatif bagi mereka yang tidak dapat mengkonsumsi gluten—pengidap autis—yang terdapat pada terigu.
Bahan lain yang dianjurkan adalah penggunaan gula dan lemak (butter atau margarin). Sebaiknya penggunaan gula putih dapat digantikan dengan gula kelapa atau sari buah, minyak bisa digantikan dengan saus apel atau minyak kedelai, lemak (butter atau margarin) dapat digantikan dengan whipped butter, yakni mentega kocok yang lebih sedikit kalori dan lemak daripada mentega biasa.
Dilansir dari duniafitness.com bahwa bahan cupcake yang menyehatkan bisa juga dengan menggunakan protein whey. Dalam hasil penelitian Lund University di Swedia, protein whey terbukti memiliki nilai bioavailability lebih tinggi dibandingkan dengan putih telur sehingga digolongkan menjadi protein dengan standar emas (gold standard). Artinya protein whey lebih mudah dicerna dan diserap sistem pencernaan, kemudian masuk ke darah dalam bentuk aslinya sehingga asam amino protein whey yang masuk lebih cepat diserap tubuh dibandingkan dengan sumber protein lain.
Emilia menambahkan untuk menciptakan rasa yang creamy, cupcake dapat dicampur susu rendah lemak seperti susu kedelai atau yoghurt rendah kalori. Sementara untuk bahan tambahan bisa dimasukkan oatmeal, potongan buah segar atau buah kering, dan kismis yang banyak mengandung serat, serta kacang-kacangan seperti walnut atau almond yang kaya akan protein. Untuk rasa, buat inovasi baru dengan penambahan wortel, pisang, zucchini, atau raspberry. Jika ingin menggunakan cokelat, gunakan cokelat couverture.
Frosting dan Gula dalam Cupcake
“Misalnya, dari 1800 kal, 50% harus karbohidrat, dari 50% ini 20% saja dalam bentuk gula. Perhitungannya 50% dari 1800 adalah 900 kalori. Karena 1 gr karbo 4 kalori, maka 900 kalori dibagi 4 menjadi sekitar 225 gr karbo. Artinya dalam 225 gr karbo hanya mengandung maksimum 20% dalam bentuk gula yakni 40 gr. Sisanya adalah bentuk karbohidrat kompleks yang mengandung serat. Lalu perhatikan resep, jika menggunakan 200 gr gula berapa cupcake yang dihasilkan. Namun batasan saya, jika per cupcake terhitung 10 gr gula, konsumsi cupcake yang dianjurkan hanya 4 cupcake. Itu pun menutup kemungkinan konsumsi gula dari makanan lain, seperti frosting, kopi, atau teh,” ungkapnya.
Frosting cupcake memang menjadi nilai tambah, terutama dalam penjualan. Namun frosting merupakan sumber kalori yang tinggi, karena penggunaan gula yang banyak. Alternatif frosting yang baik dapat menggunakan
susu murni atau krim keju rendah lemak ditambah potongan buah atau buah yang dilumatkan, irisan kacang, atau taburan bubuk kakao. Pewarna yang dianjurkan ialah pewarna food grade. Pemanis dapat digantikan dengan jus buah sehingga lebih alami.
Nutrisi dalam Cupcake
Ada nutrisi yang mudah lebur oleh panas, seperti B Complex dan Vitamin C. Tapi seperti vitamin A, vitamin E, protein, karbohidrat tahan dengan panas. Suhu yang dianjurkan untuk pematangan makanan adalah 800C dalam kurun waktu yang cepat. Selebihnya dapat merusak kedua nutrisi tersebut. Maka untuk mengakali agar cupcake matang dengan nutrisi yang terjaga, dapat dilakukan difortifikasi (penyuntikan nutrisi yang rusak).
Menurut Emilia, tidak bisa dihindari bahwa makanan semakin lama diproses semakin hilang pula kandungan gizinya. Fortifikasi menjadi sah asal tidak berlebihan. Bahkan menggantikan nutrisi makanan yang rusak itu dianjurkan. Sementara fortifikasi yang tidak sah yakni sesuatu yang tidak ada kandungan nutrisinya, seenaknya difortifikasi dan dijual dengan iming-iming label sehat.
Emilia juga menghimbau agar para penjual cupcake atau penikmat cupcake lebih cerdas dalam pemilihan bahan, pembuatan, dan pengemasan. Banyak belajar dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Tapi pada dasarnya untuk tahu bagaimana menjadi pebisnis makanan yang baik, tak ada salahnya belajar sedikit dulu mengenai gizi. Artinya berapa persen kadar gula yang baik, bahan mentah apa yang digunakan, sehingga produk akhirnya baik untuk kesehatan. Terutama, penambahan serat wajib dilakukan.

Begitulah informasi menjadikan cupcake sebagai camilan sehat. Kini penekanannya kembali kepada konsumen. Menginginkan cupcake sehat (alami) atau cupcake yang sekedar cantik? Tidak dipungkiri dari hasil perubahan bahan, terjadi perubahan volume dan rasa, juga harga. Cupcake akan lebih padat dan rasanya tidak semanis umumnya, harganya pun lebih tinggi. Namun patut diakui makanan sehat dan bernutrisi lebih bermanfaat dari sekedar tampilan.

http://cupcakerelation.wordpress.com 

Label: Tingkat Nutrisi Makanan 0 komentar
0 Responses

« Posting Lebih Baru Posting Lama »
Langganan: Posting Komentar (Atom)

PENGUNJUNG KE

Translate

Resep

  • Kandungan Vitamin
  • Karya Sendiri
  • Manfaat Buah
  • Manfaat Bumbu Masakan
  • Manfaat Dedaunan
  • Manfaat Kulit Buah
  • Manfaat Sayuran
  • Manfaat Tanaman
  • Resep Abon
  • Resep Acar
  • Resep Aneka Soto
  • Resep Aneka Sup
  • Resep Bekal Sekolah Anak
  • Resep Ikan Bakar
  • Resep Jus buah
  • Resep Kue Bolu
  • Resep Kue CupCake
  • Resep Kuliner Nusantara
  • Resep Makanan Western
  • Resep Masakan Ayam
  • Resep Masakan Jamur
  • Resep Minuman
  • Resep Olahan Daging
  • Resep Olahan Singkong
  • Resep Pancake
  • Resep Puding
  • Resep Sambal
  • Resep Spaghetti
  • Tingkat Nutrisi Makanan
  • Tips Memasak

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blog Archive

  • November (78)
  • Desember (25)
  • Januari (103)
  • Februari (27)
  • Desember (4)
  • Februari (2)

Popular Posts

Musik

Cursor

Carrot 2
Copyright (c) 2010 Welcome to Nurmansyah's Kitchen. Design by Template Lite
Download Blogger Templates And Directory Submission.